Algoritma pendeteksi hak cipta (YouTube ContentID, Shazam, ACRCloud) mengidentifikasi audio berdasarkan Spektrogram Frekuensi dan Struktur Vokal. Dengan memanipulasi pitch, membentuk struktur vokal homofon, menggeser ketukan mikro, dan menyisipkan noise penutup frekuensi, sidik jari digital (fingerprint) audio hancur bagi AI, namun tetap terdengar natural bagi telinga manusia.
Mendukung MP3, WAV, FLAC, M4A hingga 50MB
Menunggu audio diunggah...
Putar audio untuk melihat spektrum gelombang real-time.
Status: Berisiko Tinggi. Unggah audio dan aktifkan Pitch/Speed Shift serta Mode Vokal Homofon untuk mencapai tingkat proteksi aman di atas 90%.
Mengubah frekuensi fundamental instruksional instrumen & vokal agar database sidik jari AI gagal mengenali melodi asli.
Mengacak ketukan BPM mikro. Pergeseran 2-3% efektif merusak pelacakan grid tempo detektor AI.
Menyuntikkan distorsi mikro non-linear untuk memodifikasi bentuk gelombang suara tanpa menurunkan kejelasan instrumen.
Menyisipkan white noise psikoakustik tipis untuk menimpa data watermark tersembunyi milik proteksi AI.
Menghasilkan micro-delay stereo yang merusak fase spasial audio, mengacaukan pemindaian spektrum kiri/kanan detektor.
Modulasi formant vokal manusia untuk mengubah spektrum gelombang suku kata (phonemes). Teks Speech-to-Text AI akan tercatat salah (homofon), namun tetap jelas dipahami pendengar manusia.
Proses hasil manipulasi sinyal menjadi file WAV murni (Lossless) siap pakai.